Komunikasi Dalam Bicara

saya atau dia, sudah lama saya tidak mendapatkan lawan bicaara yang selevel
yang saya kagumi pemikiran dan semangat nya..
entah kenapa,apakah saya sudah terlalu banyak melihat kekecewaan hingga akhirnya saya merasa, bicara pun sudah tidak memberi jalan keluar..

Rasanya saya hampir lupa kapan terakhir kali berbicara dengan manusia..

bagi saya kini, banyak yang berwujud manusia tapi tidak memiliki esensi sebagai manusia, tidak semua nya seperti itu..

tapi karena terlalu banyak, terlalu banyak orang-orang jahat dan menyebalkan hingga akhirnya saya bertanya.

are you human.? you like a human, bot not have humanisme..

jadi, saya berada pada arus ketidak pastian, dimana moral baik dalam hati tetap ada walaupun lingkungan sekitar terlalu banyak orang orang jahat..

 

siang hari menjelang sore, sembari nunggu estu yg masih marah marah di XI 3

Iklan

Tangisan Di Sesi Tanya Jawab

Malam itu, setelah kajian selesai.
seperti biasa ada sesi tanya jawab dan dengan mengharap ridho allah saya masih tetap duduk untuk sesi ini..

Sebuah pertanyaan meluncur dari secarik kertas di tangan ustadz
kira kira seperti ini pertanyaannya:

Assalamualikum Ustadz,
saya sudah berusaha hijraah tapi masih sering khilaf dan melakukan dosa
terkadang saya merasa apakah hijrah saya ini sia-sia saja?

kemudia ustadz menjawab dengan alim:

hijrah  itu adalah proses, dan sudah merupakan sunatulah kita hijrah dari hal-hal kecil kemudian kepada hal hal besar..

Rantai yang mengikat kapal pada jangkar

apakah dosa.?
sesuatu yang membuat dada ini sesak, dan kamu malu jika seorang melihatnya..

ini hampir setahun, setelah saya pulang dari bali dan ikut aktif di kajian The_rabbaniaans pada malam rabu di masjid agung al-azhar

banyak pertanyaan saya, setelah sekian tahun akhirnya terjawab setelah rutin dateng ke kajian.
walaupun saya gak nanya..

tapi ustadz yang memberi materi menyampaikan, sama persis dengan apa yang saya pernah alami atau apa yang menjadi pertanyaan besar dalam diri ini..

saya masih ingat, saat kajian ke dua yang saya iikuti. judulnya adalah muara hijrah ku.
dengan pemateri ust. Nudzul Dzikri dan Ust. Syafiq Basamalah *Semoga allah senantiasa menjaga guru guru kita dan membalas dengan kebaikan yang banyak..

tentunya seperti biasa, adalah karena dorongan kegundahan dan desakan di dalam dada, maka saya mulai menulis di blog ini lagi.

kali ini tentang sebuah hadits.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnu Majah membawakan hadits di atas dalam Bab “Mengingat Dosa”.

Sumber : https://rumaysho.com/11477-orang-yang-bermaksiat-kala-sepi.html

Link Vidio Hadits nya

 

bagaimana bisa, kita berdosa jika ancaman nya sangat dahsyat.!
setiap usaha kebaikan yang kita kerjakan, puasa dengan haus lapar dahaga dan segala kesusahannya, sholat yang kita dirikan, utamanya yang sepertiga malam. yang kita paksakan diri ini untuk bangun, bermunajat, memohon ampunan, dan meminta dimasukan ke syurga.
dan seluruh amal ibadah kita..

seluruhnyaa!

akan allah binasakan seperti debu, dan allah maha berkehendak atas segala sesuatu.

jadi, hadits ini seperti rantai bagi saya, seperti rantai yang mengikat kapal pada jangkar, agar tidak terombang ambing oleh ombak maksiat.

semoga allah senantiasa menjaga kita, menjaga ke islaman kita di kala pagi dan petang, siang ataupun malam.

Aamiin.

 

-Maulana
senja di labkom setelah UNBK 2018

Api kecil

Share lagi nih, hampir ajah api kecil membakar sebuah rumah. Kayak yg di berita terbaru, gara gara anak kecil main korek gas, 7 bangunan rumah hangus terbakar..

Banguan yg di bangun dengan susah payah. Dengan usaha, di isi dengan perabotan mewah.. harus ludes terbakar.

Jadi, ini bukan mau ngobrolin masalah bangunan yak.!

Ini lebih kepada sesuatu masalah, sepele kok seperti nya. Hanya saja kalo hal sepele

Allah telah mengabulkan doa kita.

Hallo blog.! Good morning.. pagi ini setelah begitu banyak hal silih terjadi, sesuatu harus kita syukuri, agar hidup lebih terasa manis.. lebih manis dari secangkir kopi creamy.

Tentu saja, kita percaya Allah mengabulkan setiap do’a dari hamba-nya..

Tanpa terkecuali, karena nya kita meyakini Allah itu ada.

Dan ketika kita belajar, lebih dalam tentang hal ini. Guru kita mengatakan ada tiga part. Ada tiga bagian ketika doa kita di ijabah.

1. Saat itu juga, sesaat setelah kita berdoa, Allah segerakan doa kita terwujud.

2. Allah pending beberapa waktu, hingga akhirnya allah kabul kan

3. Allah tidak berikan di dunia, karena lain dan sebagainya, entah karena Allah yg lebih tahu.. tapi Allah akan gantikan doanya dengan sesuatu yg lebih baik di akhirat..

Nah, dari tiga part tadi. Rasanya gue mao bahas yg bagian ke dua.

Yang kedua tadi, Allah tetep bakalan mewujudkan impian dan doa kita, hanya saja di pending beberapa waktu. Sampe kita layak dan pantas untuk mencapai atau mendapatkan doa itu..

Di tahun kemarin, banyak pencapaian hebat dalam hidup, setelah gue lulus wisuda, gue diklat ke bali, gue mulai tahun 2018 dengan terwujudnya impian dari 4 tahun yg lalu..

Dulu tuh, gue berdoa supaya bisa jadi guru tetap, sekarang Alhamdulillah terwujud. Bahkan lebih.! Allah berikan yg lebih baik dari sekedar doa yg gue minta.

Hingga pada akhirnya, gua pun terkadang khilaf.. kadang tuh kalo kita lagi gasadar, kita lagi futur, kita selalu merasa kurang, merasa miskin, merasa rendah..

padahal kalo balik lagi, melihat redaksi doa beberapa tahun yg lalu. Pencapaian hari ini, detik ini, saat ini. Nikmat yg Allah kasih lebih banyak dari doa yg gue minta..

Gue bersyukur, masih bisa dipercaya buat kerja di SMK TGI.

Dengan sedemikian hal hal lainnya, yg kadang kalo lagi banyak kerjaan bikin gue ngeluh.

Tapi, Alhamdulillah ya Allah..

Hamba berada pada lingkungan yang baik, lingkungan yg terjaga *kalo di banding dengan kerjaan temen yg laen sih. Hehe

Overall, apapun itu, sekali lagi postingan ini. Negajak gue sendiri atau yg baca buat lebih bersyukur.

Syukuri apa yang ada, sebelum dia hilang dari hidup mu..

Kerja in aja kerjaan sebaik baiknya.

Bersikap lah ihsan dalam semua hal.

Ihsan=beribadah seperti engkau melihat Allah, kalaupun tidak bisa. Berusahalah untuk selalu merasa, Allah melihat engkau.

Where are you come from.?

Kita semua tentu akan berakhir *Read:Mati.!

Tapi bukan mati yg mau gue bahas.. gue mao bahas tentang hal sebelum kita mati.

Yg pertama, start.!

Dari mana kita berasal,

Seandainya saja kita lebih mengingat, dari mana kita berasal,. Dalam kelas ekonomi apa kita mulai. Dan dulu tuh kita punya apa.?

Sampe pada saat ini, yg sudah kita miliki banyak hal,. Banyak yg kita miliki dan sedikit yg kita syukuri.

Itu dia problem nya,.

Karena kita tuh gak sadar, dari mana kita berasal.. yg kita lihat adalah kilauan keinginan yg belum tercapai..

Kita lupa dengan apa yg sudah berhasil kita raih..

Gue pernah baca buku, dan di buku itu. Dia nyuruh buat nulis 7 hal baik di sebuh buku, secara rutin sebelum tidur.. dan baca kembali hal tersebut setelah terbangun di hari yg baru..

Semoga kita sama sama bisa menjadi orang yang lebih bersyukur..